Office Syndrome: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Kesehatan UmumCura Medika Team10 Sep 2026
Office Syndrome: Kenali Gejala dan  Cara Mengatasinya

Office Syndrome: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Sering merasa pegal di leher dan punggung setelah seharian duduk di depan laptop? Kalau iya, kamu tidak sendirian. Kondisi ini punya nama medisnya sendiri: office syndrome, atau dalam istilah medis sering dikaitkan dengan myofascial pain syndrome, yaitu nyeri otot dengan titik-titik tegang (trigger point) yang muncul akibat kebiasaan kerja yang kurang ergonomis. Buat kamu yang bekerja di depan layar 8 jam sehari, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini sebelum berkembang jadi keluhan yang lebih mengganggu aktivitas.

Apa Itu Office Syndrome?

Office syndrome adalah kumpulan gejala yang muncul akibat kebiasaan bekerja dalam posisi statis dan berulang dalam waktu lama, paling sering dialami oleh pekerja kantoran yang duduk lama di depan komputer atau terlalu sering menunduk ke ponsel. Kondisi ini bukan penyakit tunggal, melainkan gabungan gangguan otot, saraf, dan postur yang muncul bertahap.

Siapa yang Berisiko?

Beberapa kebiasaan berikut membuat seseorang lebih rentan mengalami office syndrome:

  • Duduk di depan komputer dalam waktu lama tanpa jeda
  • Terlalu sering menggunakan ponsel atau tablet dengan posisi menunduk
  • Postur duduk yang tidak sesuai, misalnya membungkuk atau bahu terangkat
  • Meja atau kursi kerja yang tidak ergonomis
  • Stres berlebihan dan kurang istirahat
  • Kurang bergerak atau jarang berolahraga

Kenali Gejalanya

Gejala office syndrome biasanya berkembang bertahap, mulai dari yang ringan hingga cukup mengganggu: Tahap awal, biasanya berupa pegal atau kaku otot saat atau setelah bekerja. Gejala ini sering membaik sementara setelah peregangan atau istirahat, tapi bisa muncul lagi. Gejala umum yang sering dikeluhkan:

  • Nyeri dan tegang di leher, tengkuk, dan bahu
  • Nyeri punggung, terutama punggung bawah
  • Sakit kepala, kadang menjalar dari tengkuk
  • Nyeri atau kesemutan di pergelangan tangan dan jari
  • Kebas di tangan atau lengan
  • Kaku di pinggul dan punggung

Kalau nyeri berlangsung lebih dari 2 sampai 4 minggu, disertai rasa kebas, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan ditunda lagi untuk memeriksakan diri ke tenaga medis profesional. Dibiarkan terlalu lama, keluhan otot yang awalnya ringan berisiko berkembang menjadi nyeri kronis yang lebih sulit ditangani.

Cara Mengatasi Office Syndrome

Kabar baiknya, office syndrome pada tahap awal umumnya bisa dikelola dengan perubahan kebiasaan sehari-hari:

1

Atur ulang posisi kerja

Pastikan layar sejajar dengan mata, kursi menopang punggung dengan baik, dan siku membentuk sudut sekitar 90 derajat saat mengetik.

2

Ambil jeda secara rutin

Bangun dan bergerak setiap 30 sampai 60 menit sekali, meski hanya untuk berjalan singkat atau meregangkan badan.

3

Lakukan peregangan ringan

Gerakan sederhana untuk leher, bahu, dan punggung bisa membantu melancarkan sirkulasi dan mengurangi ketegangan otot.

4

Perhatikan postur saat menggunakan ponsel

Angkat ponsel sejajar mata, hindari menunduk terlalu lama.

5

Kelola stres dan waktu istirahat

Kurang tidur dan stres berlebihan juga bisa memperberat ketegangan otot.

Jika keluhan sudah berlangsung cukup lama, berulang, atau tidak membaik dengan cara-cara di atas, penanganan oleh fisioterapis akan lebih tepat. Penanganan profesional biasanya diawali dengan pemeriksaan untuk menemukan sumber nyeri, dilanjutkan dengan terapi yang disesuaikan, seperti terapi manual, latihan penguatan otot, hingga edukasi ergonomi kerja.

Jangan Tunggu Sampai Kronis

Office syndrome memang sering dianggap keluhan "biasa" karena hampir semua pekerja kantoran pernah mengalaminya. Tapi kalau dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, keluhan ini bisa berkembang jadi gangguan otot dan tulang belakang yang lebih serius. Kalau kamu sudah mulai merasa pegal yang tidak kunjung hilang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan fisioterapis di Cura Medika. Tim kami siap membantu menemukan sumber keluhan dan menyusun penanganan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Catatan Penting

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga medis profesional.

Konsultasi dengan fisioterapis di Cura Medika

Booking Sekarang
Bagikan:
 

Artikel Terbaru

Lihat Semua Artikel